Kenaikan Harga BBM Bersubsidi Belum Selesai, Jusuf Kalla Buka Peluang Harga BBM Naik Lagi Tahun Depan


Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla secara resmi mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp 2.000 per liter. Saat ini harga Premium Rp 8.500 per liter, Solar Rp 7.500 per liter.

Wakil Presiden Jusuf Kalla memberi sinyal akan kembali menaikkan harga BBM subsidi tahun depan. Dari penjelasan JK sapaan akrabnya, nantinya kenaikan harga BBM tergantung harga minyak dunia.

Jika harga minyak dunia menembus USD 110 per barel, maka kenaikan harga BBM harus dipertimbangkan lagi. Saat ini harga minyak dunia masih bertahan di USD 80 per barel.

"Kalau cuma naik USD 10 per barel kita nggak perlu lah naikkan lagi. Tapi kalau sudah lebih dari USD 30 per barel kenaikannya (USD 80 + USD 30) baru akan kita hitung lagi," ucap JK di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (18/11).

emnb_81_5160982 Pemerintah juga mempertimbangkan memberi subsidi tetap pada BBM. Berbeda dengan skema subsidi saat ini yang mengacu subsidi harga. Nantinya, jika harga minyak dunia bergejolak maka pemerintah tidak harus merevisi harga BBM. Sebab, arga secara otomatis harga BBM bergerak fluktuatif mengikuti harga pasar.

Mantan Ketua umum Partai Golkar ini mencontohkan, pemerintah akan memberi subsidi sebesar Rp 1.000 per liter. Jika terjadi kenaikan harga minyak dunia maka masyarakat yang harus menanggung kenaikan harga BBM dalam negeri.

"Tahun depan akan kita pertimbangkan untuk subsidi tetap, jadi misalnya subsidi Rp 1.000 saja, kalau harga minyak naik maka ikut naik, kalau turun ikut turun, jadi subsidi tetap," tutupnya.

Sumber: merdeka DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About MUSLIMINA

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment