Serba-Serbi Suriah Yang Perlu Anda Ketahui


Bertahun-tahun mengikuti kabar Suriah semenjak pecahnya perlawanan terhadap rezim Assad, mungkin akan membayangkan kondisi di sana hanyalah peperangan dimana-mana, secara umum memang benar seperti itu. Namun tahukah anda, jika terdapat beberapa fakta penting yang harus diketahui tentang Suriah, terutama bagi mereka yang berniat untuk datang "liburan" ke negeri yang diberkahi tersebut.

1. Perang besar hanya terjadi 1 s/d 2 kali dalam setahun 
Tahukah anda, jika operasi perang besar untuk pembebasan wilayah hanya terjadi 1 atau 2 kali saja dalam setahun. Hari-hari para pejuang dilalui lebih banyak dengan aktivitas menunggu atau berlindung dari serangan udara Assad dan Rusia. Operasi militer besar memerlukan persiapan yang besar pula, karena itulah keberhasilan mujahidin saat merebut kota Idlib dan Jisr menjadi pemberitaan yang sangat besar. Namun hal tersebut belum termasuk pertempuran kecil saling serang di garis terdepan yang sering terjadi. Secara umum, waktu dihabiskan oleh faksi-faksi pejuang dengan opsi difensif atau melindungi wilayah yang telah dikuasai, berbeda dengan rezim Assad yang memiliki peralatan mesin perang udara sehingga dapat setiap saat menyasar daerah yang dikontrol oposisi. Rezim juga menerapkan cara blokade untuk menciptakan kurungan raksasa di beberapa titik wilayah oposisi.

2. Roti adalah makanan pokok
Bagi para pecandu wisata kuliner dan berniat untuk datang ke Suriah, mereka harus tahu bahwa makanan pokok di Suriah adalah roti dan lauk-pauknya berbeda dengan yang ada di Indonesia. Anda tidak akan menemukan sate Ayam, Bakso, Gado-Gado, Siomay, Pecel Lele, bakwan, rendang dan berbagai makanan khas tanah air lainnya di Suriah. Sebagai makanan pokok, roti Suriah bisa dimakan dengan apa saja, seperti Yoghurt, Kambing, sayur atau apa saja yang tersedia, bahkan nasi berbumbu yang mereka masak pun akhirnya dijadikan lauk untuk makan roti.

3. Bahasa Arab Amiyah
Tahukah anda bahwa bahasa sehari-hari yang digunakan di Suriah adalah bahasa Arab Amiyah, alias Arab dialek Suriah. Oleh karena itu seorang lulusan terbaik pendidikan bahasa Arab fusha (versi semacam EYD) namun tidak mengetahui bahasa Amiyah Suriah maka bersiap-siaplah untuk planga-plongo ketika mendengar percakapan ala orang-orang Suriah. Tentu saja sikap planga-plongo tak jelas itu adalah hal tidak menguntungkan dalam pergaulan di sana, terlebih di wilayah konflik yang membutuhkan banyak relasi untuk memudahkan berbagai urusan.

4. Surat ijin dan legalitas
Sebagai negara perang yang wajah urusan ketertiban sipilnya berubah drastis, dimana faksi-faksi pejuang secara de facto menjadi otoritas berwenang di wilayah yang dikuasainya. Di banyak wilayah Suriah anda tidak membutuhkan surat izin kepemilikan kendaraan atau SIM, bahkan begitu pula untuk kepemilikan senjata di Suriah. Jika memiliki cukup uang, orang-orang tinggal pergi ke pasar mobil atau senjata untuk membeli sesukanya. Bahkan jika ada anak-anak dan ibu-ibu menenteng senjata di pasar, maka itu bukan merupakan hal yang aneh.

5. Gaji pejuang faksi-faksi Islam
Rata-rata gaji pejuang Suriah hanya kisaran 5000 lira/bulan atau sekira Rp 180.000/bulan bagi yang belum menikah dan sekitar 10.000 lira/bulan atau 360.000/bulan bagi yang sudah menikah. Sehingga sehari-hari mujahidin harus memutar otak untuk menghidupi keluarganya di tengah ekonomi negeri yang terlajur hancur lebur, dengan profesi asli mereka seperti montir, peternak, petani, sopir dan lain-lain.
Bandingkan, berapakah gaji anda setiap bulan sekarang?

6. Listrik 
Tahukah anda bahwa di Suriah tidak ada listrik 24 jam. Di berbagai kota listrik hanya menggunakan genset yang akan hidup sekitar pukul 18.00-23.00 atau malam hari untuk menghemat pemakaian bahan bakar. Di pagi hari anda tidak dapat mencharger HP sesuka hati anda, kecuali persiapan dengan aki atau semacamnya. Kota Aleppo menjadi daerah yang kehilangan listrik terparah sejak tahun 2011.

7. Bergabung dengan grup pejuang?
Jika anda berfikrah "wajib hijrah" saat ini dan berniat ke Suriah untuk bergabung menjadi milisi dengan faksi tertentu di sana, jangan berharap anda akan mendapati seperti keinginan anda, atau ikut bertempur sesuka anda, atau buang-buang peluru tiap saat. Karena bergabung dengan sebuah faksi berarti seseorang akan ditugaskan sesuai arahan komandan, termasuk mereka menilai sesuai kemampuan anda. Bisa jadi anda ditempatkan di perbukitan berbatu atau bekas pemukiman hancur untuk mengisi pos ribath di sana, dimana selama berbulan-bulan bahkan setahun tidak terjadi apa-apa di situ selain menunggu, ditemani oleh serangan nakal serangga setempat.

Oleh karena itu jika anda berniat bebas ingin memasuki berbagai pertempuran di berbagai wilayah Suriah maka sebaiknya anda bisa menjadi jurnalis/fotografer perang atau tidak bergabung dengan faksi manapun. Namun di sisi lain anda juga tidak dapat memasuki kancah pertempuran itu kecuali jka anda memiliki link, atau tokoh yang mau memberi izin dan bertanggung jawab atasnya.

Sekian kurang lebih beberapa serba-serbi Suriah yang serba unik dan aneh. 

(catatan lapangan tim relawan Misi Medis Suriah)
DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment