Mantan Relawan Jokowi, Ferdinand Hutahean Serukan Perlawanan kepada Presiden


Mantan relawan Jokowi, Ferdinand Hutahean menilai, pemikiran para elit dan penguasa Tanah Air saat ini sudah masuk kategori akut. Pasalnya, lanjut dia, para pejabat negara malah semakin menempatkan bangsa yang besar ini sebagai sebuah objek yang layak diperlakukan semaunya.

Sesat pikir yang pertama, menurutnya, adalah sesat pikir ekonomi. Menurutnya, penguasa kini begitu bernafsu untuk terus menumpuk utang secara besar-besaran.

"Presiden Jokowi sepertinya sangat terobsesi untuk membangun infrastruktur yang kemudian akan mencatatkan namanya diatas infrastruktur itu sebagai sebuah monumen kehebatan Presiden. Padahal sesungguhnya membangun infrastruktur yang gagah-gagahan itu dari hutang seperti Kereta Api Cepat Jakarta Bandung adalah proyek istana pasir yang kelak akan menimbun bangsa ini dengan hutang super besar," ungkap dia di Jakarta, Minggu (29/5/2016).

Menurutnya, urgensi proyek tersebut dapat disimpulkan dalam skala nol karena memang proyek itu adalah proyek tidak penting.

"Jokowi mungkin lupa bahwa berhutang itu tidak baik kalau untuk sekedar gagah-gagahan. Mungkin Jokowi merasa bahwa yang bayar hutang itu nanti adalah bukan dia, yang penting namanya tercantum disana secara monumental. Sungguh sesat pikir yang luar biasa," sindir dia.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa sesat pikir kedua adalah sesat pikir politik.


Jokowi, ungkap dia, pada saat pilpres dulu sangat berapi-api menyatakan akan membangun koalisi yang ramping dan koalisi yang tidak bagi-bagi kekuasaan. Namun, kini kenyataannya malah sebaliknya.

"Sesat pikir yang luar biasa ketika Jokowi merasa akan bisa memperbaiki bangsa ini dengan menggenggam Golkar yang mana pengurusnya bertabur catatan kriminal yang mengerikan," sindir dia.

Terlepas dari dua sesat pikir diatas, kata Ferdinand, masih banyak sesat pikir lainnya seperti membebaskan tenaga kerja Cina menyerbu Indonesia dengan alasan kompetisi.

Lapangan kerja yang seharusnya untuk para kaum pengangguran di negara ini akhirnya dicaplok oleh tenaga kerja Cina berbalut investasi.

"Jika Jokowi merasa bahwa bangsa ini akan maju dengan serbuan tenaga kerja Cina dan menumpuk hutang, maka disitulah Jokowi sudah sesat pikir dan harus dilawan,"

"Jika Jokowi merasa bahwa Jakarta akan maju di bawah gubernur Cina hingga terus membela Ahok, maka disitulah Jokowi sesat pikir. Tentu siapapun harus bangkit untuk membebaskan negeri ini dari cengkeraman penguasa yang sesat pikir," pungkas dia. [ts] DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muslimina

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment