Membantai Dalil Flat Earth Theory (Teori Bumi Bulat)

Lanjutan dari ulasanku tentang Bantahan Telak Kepada Penganut Teori Bumi Datar (Flat Earth Theory) #part1, kali ini ialah Membantai Dalil Flat Earth Theory  (Teori Bumi Bulat) . Tulisan kali ini merupakan kritikan informasi tambahan dari video ke 2 dari channel Flat Earth 101, yang bisa diakses disini:
Tidak Menggunakan GPS atau Tidak Menggunakan Satelite?
Isu kontroversial pertama dari video ke 2 ini ialah pernyataan bahwasannya GPS tidak menggunakan satelite. Kemudian ditampilkan di video pernyataan dari Google bahwa akses My location(beta) pada Google Map tidak menggunakan GPS, sehingga handphone hanya akan mengakses tower sinyal telepon saja.

Saat mendengar dua pernyataan ini, sebenarnya ada yang aneh. Kenapa? Karena pernyataan pertama ialah "GPS tidak memerlukan satelit" artinya, GPS itu ada tetapi tidak menggunakan satelit. Berbeda sekali dengan pernyataan (yang katanya dari google) "My location tidak memerlukan GPS, sehingga mengakses tower" artinya, Google tidak menggunakan GPS, atau GPS tidak pernah ada. Tetapi pembuat video mengarahkan agar kita berfikir bahwa GPS tidak menggunakan Satelit, makanya dia mengulang-ulang kata "tidak menggunakan satelit".

Memang pernyataan-pernyataan ini diseting sedemikian rupa untuk mengelabuhi pikiran penonton video.

Ini informasi pentingnya, video dari google yang dipotong itu ialah keterangan google tentang fitur My Location(beta) yang terdapat dalam Google Map. Jadi fiture My Location tidak menggunakan GPS dan hanya akan mengakses tower telepon.  Tetapi penggunaan my location hanyalah lokal saja, untuk menunjukkan alamat/lokasi ketika kita sedang berada di suatu wilayah. Bagaimana kalau kita memerlukan informasi tempat yang sangat jauh (non-lokal)? Misalkan kalian hari ini akan jalan-jalan ke Jepang, sementara kalian nggak tahu lokasi mana yang akan kalian datangi itu? Maka yang kalian butuhkan ialah fitur seluruhnya dari Google Map karena kalian harus cek peta Jepang, nah apakah kalian bisa menggunakan tower terdekat? Jelas nggak bisa, karena ini bukan lagi cakupan yang lokal.

Google Map menggunakan GPS dan satelite. Google sendiri punya 180 satelit lebih di luar angkasa, ini untuk menunjang semua teknologi Google yang bisa kita nikmati saat ini. Dari satelite tersebut kita bisa mengakses Google Map dan Google Earth. Data navigasi dari satelite luar angkasa yang dimiliki google ini akan dikirimkan ke menara-menara kontrol di bumi, jadi menara kontrol di bumi ini fungsinya seperti tempat penyimpanan. Kenapa disimpan di menara kontrol? agar kita dapat dengan cepat mengaksesnya, tanpa perlu mengakses satelit. Data seperti peta lokasi ini kemudian diupdate oleh google setiap seminggu atau dua minggu sekali (tergantung lokasi tempat terhadap satelite).  Dalam membuat teknologi secanggih Google Map dengan presisi yang tinggi (untuk jalan-jalan dan gang) Google menggunakan banyak sekali teknologi, diantaranya; GPS, Satelit, drone bahkan mobil yang membawa kamera. Jadi jangan salah kaprah bahwa Google cuma butuh drone.

Asal Muasal Minyak Bumi
Ini salah satu pembahasan yang paling keren di video2 menurutku. Karena sudah menjadi paham pakem dan bisa dikatakan doktrin bahwa minyak bumi itu berasal dari Fossil. Aku nggak nyangka kalau Flat Earth Theory juga akan membahasnya.

Karena ini sangat erat kaitannya dengan ilmu kimia, maka ini menarik buatku. Yang pertama terkait bukti bahwa memang fosil adalah benda padat dan minyak ialah benda cair. Ini bukti yang sangatlah lemah, karena memang di dalam bumi dengan tekanan temperatur yang sangat tinggi, fossil sekalipun akan bisa meleleh dengan mudah. Begitu pikirku, tapi pernyataan berikutnya yang membuat aku berfikir ulang. Bahwasannya fossil ditemukan pada kedalaman 2.3km sedangkan minyak ditemukan hingga kedalaman 10km. Nah fakta ini membuat aku berfikir ulang dan menkonfirmasi.

Kata fosil berasal dari bahasa inggris fossil yang berarti;

    any remains, impression, or trace of a living thing of a former geologic age, as a skeleton, footprint, etc.

Maka yang dimaksud dengan fosil pada pengertian minyak bumi ialah semua jasad renik yang sudah mati ratusan tahun yang lalu. Pembuat video dengan cerdas menggambarkan dinosaurus pad videonya, agar pikiran kita hanya berfikir bahwa fossil itu dinosaurus, dan fossil dinosaurus itu adalah batu padatan dan ada dikedalaman 2.3km. Padahal yang dimaksudkan fosil pada pengertian minyak bumi, bukan hanya dinosaurus, tetapi semua organisme hidup (termasuk bakteri, lumut, ikan, dll) yang telah mati ratusan atau jutaan tahun yang lalu.

Kalau sudah benar pemahaman kita tentang fosil maka bukan suatu yang aneh kalau minyak bumi berada di kedalaman 10km. Karena pada zaman dahulu banyak sekali makhluk di lautan, nah makhluk ini mati kemudian menjadi jasad renik dan membentuk minyak bumi, ini juga menjadi alasan yang kuat mengapa minyak bumi banyak ditemukan di lautan.
 Kebetulan risetku berlanjut tentang fossil ini. Ternyata teman-teman, ada dua pendapat yang berkembang tentang minyak bumi ini. Pendapat pertama ialah bahwa minyak bumi berasal dari fosil dan jasad renik. Ini dibuktikan dengan peristiwa pembusukan organik yang menghasilkan gas (butana, etana propana) yang sejenis dengan minyak bumi(khususnya gas), dan fakta bahwa minyak bumi kebanyakan berada di lautan (yang dahulunya memiliki banyak organisme).

Pendapat kedua ialah minyak bumi sudah ada bersama pembentukan bumi. Ini didasarkan pada fakta bahwa di planet-planet lain, gas-gas minyak bumi (butana, etana, propana, metana) juga ditemukan melapisi planet tersebut walaupun belum ditemukan adanya jejak kehidupan.

Terlepas dari lebih populernya lebih populernya pendapat pertama di kalangan para saintis. Tetapi yang pasti dari kedua pendapat ini, minyak bumi tetap merupakan sumber daya alam yang terbatas dan bisa habis. Jadi pernyataan di video bahwa minyak bumi ialah unlimited resource itu salah kaprah dan klaim tanpa logika.

Siapakah NASA?
Dalam sebuah diskusi sains, saintis yang tergabung di NASA, Neil De Grease Tyson, pernah mengatakan "Ironis sebenarnya, bahwa NASA dan Eksplorasi ke bulan, didanai oleh pemerintah AS karena kepentingan militer" Jadi ketika video 2 ini mengatakan bahwa NASA dibentuk untuk kepentingan politik, aku sudah tidak lagi heran.

Lagian apa ada sih yang mengira NASA itu badan eksplorasi dunia? No way! Singkatan dari NASA aja kan National Aeronautics and Space Administration, kalau udah ada national maka pasti milik satu negara. Lagian NASA juga berdiri dari dana Amerika, blass nggak ada hubungannya dengan uang di Indonesia, apalagi kantong kita.

Kembali ke sejarah. Jadi NASA(1958) dan Eksplorasi ke bulan(1969) itu dilakukan sebenarnya bukan atas dasar eksplorasi, tetapi kepentingan politik dan militer. Eksplorasi ke bulan dilakukan Amerika untuk mengecek apakah langit sudah sudah dikuasai oleh Rusia atau belum? Karena Rusia telah meluncurkan Sputnik 1 (1957). Dari situlah sebenarnya NASA didirikan, tetapi sekarang NASA sendiri bergerak untuk eksplorasi sains. Itulah sebabnya Neil sendiri mengatakan, mereka sulit mendapatkan dana eksplorasi karena para politikus tidak menemukan keuntungan militer dan politik dari eksplorasi sekarang ini.

Tapi yang pasti tidak mungkin NASA menipu karena sumber dana NASA sendiri berasal dari pemerintah Amerika Serikat. Kalau NASA menipu, pasti dari dulu sudah dihentikan oleh pemerintah AS sendiri.

Roket Tak Pernah Terbang Ke Atas
Mungkin buat kalian ini adalah alasan masuk akal bahwa NASA cuma berbohong, karena kenyataanya roket-roket NASA tidak pernah terbang lurus vertikal ke atas menembus langit. Calm down.. Santai.

Kenapa roket terbangnya melengkung? Kalau kalian perhatikan gambar-gambar yang ditampilkan di video, terlihat semua gambar penerbangan roket itu melengkung. Pernah bertanya kenapa melengkung? Ini alasannya:
 Buatku sendiri, ini justeru bukti paling benar kalau bumi itu bulat. Bumi itu bulat dan mengalami rotasi dan revolusi. Rotasi bumi membuat roket NASA terlihat terbang melengkung atau bahkan eksrimnya bisa kelihatan jatuh kembali. Ini karena Bumi berotasi, sehingga titik pengamatan kita semakin jauh dan jejak asap dari roket nasa terpengaruh oleh spherical atmosfer bumi yang berotasi sehingga membentuk lengkungan.  Jadi ketika roket NASA telah terbang sangat tinggi, pengaruh gravitasi terhadap roket tersebut sudah tidak terlalu besar lagi, sehingga roket tidak terbawa oleh rotasi bumi, sedangkan kita yang cuma rakyat jelata berada dibawah masih terpengaruh rotasi bumi dan bergerak.
 Perhatikan yang kiri, itu adalah peluncuran roket saat masih dekat, terlihat jelas vertikal ke atas, sedangkan yang disebelah kanan ialah peluncuran roket saat sudah sangat jauh sekali, terlihat melengkung. Tetapi dua gambar ini tidak sepenuhnya menjelaskan tentang beloknya lintasan roket, terkadang NASA meluncurkan roketnya dengan lintasan yang memang melengkung, Tapi toh bumi kita bulat, kita bisa keluar angkasa dengan terbang ke atas, kesamping ataupun kebawah sekalipun. Kebetulan banget aku menemukan  animasi dibawah ini, ini adalah lintasan roket yang dikirimkan ke Jupiter, roket ini bernama Juno. Ini lintasannya:
Lintasannya sama sekali tidak lurus
Sederhananya, kalau memang roket NASA nggak pernah melampaui LEO (Low Earth Orbit), maka kemana roketnya pergi? Pernah roket NASA jatuh didepan rumah mu? atau nyangkut di tiang listrik depan sekolahanmu? Oke. Sedikit lebih serius. Pernah lihat berita roket NASA jatuh di negara lain? Dari ratusan roket yang telah dikirimkan oleh NASA ke luar angkasa, kalau benar mereka tidak keluar angkasa maka setidaknya, ada 50% roket yang jatuh di bumi kembali. Tapi itu semua nggak akan ada, because this is a real deal!

Ngerti gimana cara pembuat video menggiring opini? :)  Keren banget..

Bersambung

Sumber DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muslimina

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment