Al-Arifi (Ulama Saudi Arabia): Saya Tidak Akan Masuk Masjid al-Aqsha Kecuali Telah Ditaklukkan Ummat Islam.


Lima ribu sahabat Rasulullah Syahid, lebih dari 10 ribu tabi’in syahid di medan jihad demi menaklukan al-Quds, dan masjid al-Aqsha pada zaman khalifah Umar bin Khattab Radiyallahu ‘anhu.

Berikut ini adalah liputan dari program Syekh Dr. Al-‘Arifi dalam memberikan pemahaman terkait perjuangan rakyat Palestina dan pembebasan masjid al-Aqsha. Beliau meyakini bahwa kemenangan akan berada di tangan ummat Islam.

5000 Sahabat Rasulullah Syahid Demi al-Quds

Perjuangan para sahabat Rasulullah SAW dalam peperangan pembebasan al-Aqsha dari cengkeraman kerajaan Romawi juga penuh dengan pengorbanan. Lebih dari 5000 sahabat syahid, dan 10 ribu tabiin syahid dalam peperangan merebut kembali Bait al-Muqaddas, al-Quds.

Para sahabat yang memimpin pasukan waktu itu adalah: Abu Ubaidah Ibn al-Jarrah, Khalid bin Walid, Amru ibn al-‘Ash, Syarhabil ibn Hasanah –semoga Allah meridhoi mereka-.

Dari sini bisa kita lihat bahwa al-Quds, al-Aqsha, Palestina harus tetap dipertahankan. Masjidal-Aqsha adalah kiblat pertama ummat Islam, masjid yang suci menjadi saksi Mi’raj-nya Rasulullah ke langit ke tujuh dan sidratul Muntaha. Dan juga turunnya wahyu dan menjadi kiblat Shalat para nabi-nabi sebelumnya, seperti nabi Luth, Ibrahim, Ishaq, Yaqub, Zakaria, Yahya, dan nabi Isa.

Masjid al-Aqsha tidak akan pernah terbagi untuk siapapun, apalagi untuk mereka yang sudah jelas-jelas dilaknat oleh Allah SWT. Seperti sabda Rasulullah: “Apakah Allah rela untuk membagi Mekkah setelah ditaklukkan?” sekali-kali tidak!.

Dr. al-‘Arifi (Ulama’ Saudi Arabia) menegaskan bahwa hal ini adalah bukti bahwa kita harus menanamkan kepada generasi kita kedepan bahwa permasalahan al-Quds, dan Palestina ini adalah permasalahan Aqidah dan Agama. Kita tidak boleh menyerah dan mencampurinya dengan yang lain. Ini adalah amanah kita semua, ummat Islam di seluruh dunia. Kita harus bertanya, apakah ketika masjidil Haram di Mekkah dan masjid nabawi di Madinah dinoddai dan dicaplok oleh penjajah kemudian kita mengatakan: “itu hanya urusan negara saudi arabia saja!??”. Apabila ini yang kita jawab, maka yakinlah aqidah kita sudah menyimpang, keimanan kita telah rusak dan kita telah keluar dari islam dan aqidah yang benar. Dan ini juga yang telah terjadi dengan al-Quds dan al-Aqsha. Palestina.

Meskipun Yahudi memiliki kekuatan militer yang terkuat diseluruh dunia, namun ingat janji Allah itu pasti. Hukuman dan azab dari Allah itu sudah pasti, bahwa mereka dilaknat dan disiksa baik itu di dunia dan di akhirat.

Tentara Yahudi sudah jelas-jelas membantai ummat Islam di Palestina, baik itu anak-anak, wanita, dan orang dewasa. Namun mereka masih terkalahkan dengan pasukan Allah, anak-anak Palestina yang melawan dengan batu bisa menghancurkan pasukan militer Yahudi.

Yakinlah dengan janji Allah dan Rasulullah bahwa Ummat Islam akan menghancurkan kerajaan Romawi dan umat ini menggempur Yahudi dari Timur sungai Jordania. Dari Abi Hurairah ra. bahwa Nabi SAW bersabda, “Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian (muslimin) memerangi Yahudi, kemudian batu berkata di belakang Yahudi, “Wahai muslim, inilah Yahudi di belakangku, bunuhlah!” (HR Bukhari dan Muslim).

Syekh Dr. Al-‘Arifi bangga dengan perjuangan rakyat dan pemuda Palestina yang sampai saat ini bertahan dan berjihad di jalan Allah untuk merebut kembali al-Aqsha siang dan malam. Mereka terus bekerja dan berjihad. Mereka yang saat ini berada di balik jeruji penjara Israel, disiksa namun masih tetap mempertahankan kalimat tauhid.

Beberapa tuduhan telah dialamatkan kepada syekh ‘Arifi bahwa dirinya telah masuk ke masjid al-Aqsha. Ini adalah tuduhan Yahudi dan konspirasi busuk untuk menghancurkan saya.

“Saya tidak akan pernah ridho ziarah ke masjid al-Aqsha dengan visa Yahudi, saya tidak akan masuk dan shalat ke masjid al- Aqsha kecuali setelah ditaklukkan oleh mujahidin. Dan saya yakin kemenangan ini sudah dekat di depan mata kita.”(suarapalestina) DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muslimina

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment