Tulis Yerusalem Bagian dari Israel, Gedung Putih Bergegas Koreksi Transkrip Naskah Pidato Obama


Gedung Putih terpaksa mengoreksi dirinya sendiri setelah mengirimkan transkrip yang tertulis bahwa Yerusalem bagian dari Israel. Insiden salah tulis ini bertentangan kebijakan resmi Amerika Serikat (AS) yang tidak mengakui Yerusalem bagian dari Israel, karena wilayah itu merupakan milik Palestina.

Transkrip salah tulis itu merupakan naskah pidato Presiden Barack Obama di pemakaman mantan Presiden Israel Shimon Peres. Pemakaman berlangsung Jumat kemarin di Mount Herzl, pemakaman nasional Israel, di Yerusalem.

Dalam trankrip itu awalnya tertulis; “Yerusalem, Israel”. Tapi, pada Jumat malam, Gedung Putih, bergegas memperbaiki dengan mencoret kata “Israel”. Seperti dikutip dari The Washington Post, Sabtu (1/10/2016)

Gedung Putih menolak untuk mengomentari kesalahan itu. Tapi, dalam sebuah pernyataan, Gedung Putih menegaskan kebijakan resmi AS bahwa status Yerusalem harus ditangani dengan cara yang menghormati hak kedua pihak, Israel dan Palestina.

”Kami percaya bahwa melalui negosiasi langsung, kedua belah pihak harus saling setuju pada hasil yang menyadari aspirasi kedua belah pihak bagi Yerusalem dan menjaga statusnya (sebagai kota) agama yang unik bagi orang-orang di seluruh dunia,” bunyi pernyataan Gedung Putih.

Pada tahun 1948, AS, melalui Presiden Harry Truman secara resmi mengakui Israel sebagai sebuah negara, tetapi tidak mengakui kedaulatan Israel atas kota suci Yerusalem. Sejak itu, Washington tidak pernah secara resmi mengakui Yerusalem sebagai wilayah Israel maupun Palestina.

Sumber : Washington Post DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muslimina

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment