Ada Tuduhan Habib novel Palsukan Gelar Habib Padahal Bukan Keturunan Nabi, Ini Penjelasannya


Organisasi pencatat keturunan Nabi Muhammad SAW, Rabithah Alawiyah menegaskan Novel Chaidir Hasan Bamukmin bukanlah seorang habib. Habib sendiri diartikan sebagai keturunan Rasulullah SAW.

Novel yang tak lain adalah Sekjen DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta mengaku sudah melihat pemberitaan tersebut. Dirinya pun tak mempermasalahkan pernyataan dari pihak Rabithah Alawiyah.

"Masalah itu bukan kapasitas saya. Yang jelas saya terlahir dengan nama Habib," ucap Novel ketika dikonfirmasi Liputan6.com, Rabu (4/1/2017).

Dia mengaku, nama lengkap dirinya adalah Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin. "Terlepas dari benar atau tidak (keturunan langsung Nabi Muhammad SAW), itu bukan kapasitas saya," ujar Novel.

Dia juga mengaku heran masyarakat mempertanyakan perihal nama Habib yang sudah menempel di dalam dirinya. "Di sidang Ahok juga enggak ada permasalahan nasab (keturunan)," kata Novel.

Lagipula, selama ini dirinya tak pernah memberi pernyataan terkait dirinya adalah keturunan langsung Nabi Muhammad SAW.

"Saya nggak pernah menyatakan itu. Sekarang saya nggak mau menanggapi. Saya enggak mau berkutat selain dari kasus Ahok," Novel menegaskan.

Dengan banyaknya pemberitaan dirinya di luar kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Novel merasa kini dirinya tengah mendapat serangan. Termasuk pemberitaan soal Fitsa Hats.

"Saya merasa diserang dengan kasus pribadi. Saya hanya mau dipertanyakan tentang kasus Ahok saja," Novel menandaskan.

Jadi Nama Habib Novel memang sudah pemberian dari orang tuanya semenjak lahir bukan gelar Habib yang biasa disandang oleh para keturunan Nabi Muhammad SAW. dan ini dapat dibuktikan di Data Pemilih Sementara Pilkada Serentak Tahun 2017. DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment