Assad Dirumorkan Derita Penyakit Otak


Berita yang beredar di internet sejak Jum'at mengklaim bahwa Presiden Suriah Basyar al-Assad sedang menderita masalah kesehatan serius.

Beberapa media menyebut Assad telah menderita stroke. Ada pula yang mengatakan ia ditembak dan dibawa ke Rumah Sakit Damaskus untuk pengobatan.

Harian Perancis Le Point, berspekulasi Assad mungkin mengalami percobaan pembunuhan dari Bodyguard pribadinya asal Iran, Mehdi al-Yaacoubi.

Kabar burung ini mengklaim, Assad tertembak di sekitar kepala.

Sementara koran Lebanon, al-Mustaqbal, mengutip "sumber terpercaya" yang menyebut Assad menderita masalah otak, sehingga harus dibawa ke Rumah Sakit Damaskus yang dijaga ketat.

Surat kabar Saudi, Okaz, berspekulasi Assad menderita "tumor otak". Dimana sang diktator coba menutupi penyakitnya dengan kemunculan singkat namun sering.

Menurut sumber-sumber yang diklaim Okaz, Assad ditangani oleh tim medis gabungan Rusia dan Suriah tiap minggu, serta pernah tes medis saat berada di Moskow Oktober tahun lalu.

Koran Lebanon pro rezim Suriah, al-Diyar, melaporkan bahwa Assad menderita stroke, namun koran itu membantah kabar pada edisi hari Sabtu.

Selain itu, muncul pula rumor yang menyebut Assad berada di Rumah Sakit Universitas Amerika (AUH) di Beirut.

Namun, menurut Al-Arabiya yang menghubungi rumah sakit, tidak ada informasi tentang Assad yang diberikan.

Al-Arabiya juga mencoba menghubungi Rumah Sakit Damaskus untuk konfirmasi kabar perawatan Assad, namun belum ada respon.

Sedangkan dalam sebuah pernyataan halaman Facebook Kepresidenan Suriah, pihak berwenang membantah rumor-rumor yang beredar.

Sebelumnya, isu penyakit otak Assad menjadi bahan pembicaan di kalangan pendukung revolusi Suriah, mereka berharap sang diktator segera menemui balasan setimpal (azab).

Pekan lalu, Assad juga diklaim menderita stres selama 6 tahun perang, menurut Amir Taheri, seorang kolumnis dari harian Asharq Al-Awsat.

Tapi dalam sebuah wawancara dengan The Sunday Times akhir tahun lalu, Assad mengaku tidur dengan normal dan tidak kekurangan jam istirahat di malam hari.

Ketika ditanya mengenai kematian anak-anak Suriah yang mungkin membebani pikirannya, Assad tertawa dan berkata, "Saya tahu arti dari pertanyaan itu".

"Saya tidur teratur, saya tidur dan bekerja dan makan normal dan melakukan olahraga", katanya. (Al-Arabiya/rslh) DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muslimina

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment